Jangan pernah merasa tinggi, sebab yang begitu tinggi saja tak melangit, lalu kita apa? kita hanya seonggok daging yang bila saatnya nanti akan menjadi tanah jua

Tuesday, 6 December 2016

Proses Psikologis Kunci

             PROSES PSIKOLOGIS KUNCI














Rangsangan pemasaran dan lingkungan memasuki kesadaran konsumen dan sekelompok proses psikologis digabungkan dengan karakteristik konsumen tertentu menghasilkan proses pengambilan keputusan dan keputusan akhir pembelian. Tugas pemasar adalah memahami apa yang terjadi dalam kesadaran konsumen antara kedatangan rangsangan pemasaran dari luar dan keputusan pembelian akhir.
Tugas pemasar adalah memahami apa yang terjadi dalam kesadaran konsumen antara kedatangan rangsangan pemasaran dari luar dan keputusan pembelian akhir .
Empat proses psikologis kunci yaitu :
          1.      Motivasi : Freud, Maslow, Herzberg.
Kebutuhan menjadi motif ketika kebutuhan itu meningkat sampai tingkat itensitas yang cukup sehingga mendorong kita bertindak. Motivasi mempunyai dua arah, kita mempunyai tujuan diatas tujuan lainnya dan itensitas energi yang kita gunakan untuk mengejar tujuan.
Teori Freud. Sigmund Freud mengasumsikan bahwa kekuatan psikologis yang membentuk perilaku seseorang sebagian besar adalah ketidaksadaran, dan bahwa seseorang tidak dapat memahami secara penuh motivasinya sendiri.
Teori Maslow. Albert Maslow menjelaskan bahwa kebutuhan manusia diatur dalam hierarki dari yang paling menekan sampai yang paling tidak menekan.
Teori Herzberg. Frederick Herzberg mengembangkan teori dua faktor yang membedakan ketidakpuasan ( faktor-faktor yang menyebabkan ketidakpuasan ) dari kepuasan ( faktor-faktor yang menyebabkan kepuasan ). Teori ini mempunyai dua implikasi, pertama penjual seharusnya melakukan yang terbaik untuk menghindari ketidakpuasan. Kedua, penjual harus mengidentifikasi setiap kepuasan atau motivator utama pembelian di pasar dan kemudian memasok mereka.
         2.      Persepsi
Orang yang bermotivasi siap bertindak . bagaiman ia bertindak dipengaruhi oleh pandangannya tentang situasi . dalam pemasaran persepsi lebih penting dari pada realitas . persepsi adalah proses dimana konsumen memilih , mengatur , dan menerjemahkan masukan informasi untuk menciptakan gambaran dunia yang berarti . poin utanya adalak bahwa persepsi tidak hanya tergantung pada rangsangan fisik, tetapi juga pada hubungan rangsangan terhadap bidang yang mengelilinginya dan kondisi dalam setiap diri kita . berikut empat proses pemahaman yaitu sebagai berikut :
           a)      Atensi Selektif
Atensi selektif Adalah alokasi pemrosesan kapasitas terhadap beberapa rangsangan. Atensi sukarela adalah sesuatu yang bermakna , tak suka rela di sebabkan oleh seorang atau sesuatu. Atensi selektif berarti bahwa pemasar harus bekerja keras untuk menarik atensi konsumen. Tantangan sebenarnya adalah menjelaskan rangsangan mana yang akan diperhatikan orang. Berikut ini beberapa temuan :
1. Orang cenderung lebih memperhatikan rangsangan yang berhubungan dengan kebutuhannya saat ini
2.  Orang cenderung lebih memperhatikan rangsangan yang mereka antisipasi
3.  Orang cenderung lebih memperhatikan rangsangan yang deviasinya besar dalam hubungannya dengan ukuran normal rangsangan.
Meskipun kita banyak melakukan penyortiran , kita dipengaruhi rangsangan tidak terduga , seperti penawaran tiba-tiba lewat surat , telepon atau lewat wiraniaga . pemasar mungkin berusaha mempromosikan penawaran mereka secara intrusive untuk menghindari saringan atensi selektif .
           b)      Distro selektif
Distro selektif Adalah  kecenderungan untuk menterjemahkan informasi dengan cara yang sesuai dengan konsepsi awal kita. Konsumen sering mendistorsi informasi agar konsisten dengan keyakinan dan ekspektasi dari merek dan produk yang sudah ada sebelumnya. Ketika konsumen melaporkan opini yag berbeda tentang versi bermerek dan tidak bermerek dari produk yang identik , yang terjadi adalah keyakinan produk dan merek mereka , yang tercipta dari berbagai sarana ( pengalaman masa lalu , kegiatan pemasaran untuk merek , dan lainnya ) , entah bagaimana mengubah persepsi produk mereka .
Distro selektif dapat bekerja untuk keunggulan pemasar yang memiliki merek kuat ketika konsumen mendistorsi informasi merek netral atau tidak jelas untuk membuatnya lebih positif .
           c)      Retensi selektif
Sebagian besar dari kita tidak mengingat kebanyakan informasi yang di paparkan kepada kita,tetapi kita mempertahankan informasi yang mendukung sikap dan keyakinan kita. Karena retensi selektif , kita akan mengingat poin bagus tentang sebuah produk yang kita sukai dan melupakan poin bagus tentang produk pesaing . Hal ini juga menjelaskan mengapa pemasar harus menggunakan pengulangan untuk memastikan pesan mereka tidak di abaikan .
           d)      Persepsi bawah sadar
Mekanisme persepsi selektif membutuhkan keterlibatan dan pemikiran aktif konsumen. Sebuah topic yang telah mempesona banyak pemasar selama berabad abad adalah presepsi bawah sadar. Mereka berpendapat bahwa pemasar menyisipkan pesan rahasia dan tersembunyi dalam iklan atau kemasan . konsumen tidak menyadarinya , tetapi pesan tersebu mempengaruhi perilaku .
         3.      Pembelajaran
Ketika kita bertindak,kita belajar. Pembelajaran mendorong perubahan dalam perilaku kita yang timbul darai pengalaman. Sebagian besar perilaku manusia dipelajari, meskipun sebagian besar pembelajaran itu tidak di sengaja. Ahli pembelajaran percaya bahwa pembelajaran dihasilkan melalui interaksi berupa :
a. Dorongan (drives) adalah rangsangan internal kuat yang mendorong tindakan.
b.  Pertanda ( cue) adalah rangsangan minor yang menentukan kapan , di mana , dan bagaiman seseorang merespons .
c. Diskriminasi ( discrimination ) berarti kita telah belajar menyadari perbedaan dalam sekumpulan rangsangan yang sama dan dapat menyusuaikan respons kita menurut perbedaan kita .
Teori pembelajaran mengajarkan pemasar bahwa mereka dapat menbangun permintaan untuk sebuah produk dengan mengasosiasikannya dengan dorongan yang kuat, menggunakan pertanda yang memotivasi, dan menyediakan penguatan yang positif.
         4.      Memori
Semua informasi dan pengalaman yang kita hadapi ketika kita menjalani hidup dapat berakhir di memori jangka panjang kita. Ahli psikologi kognitif membedakan antara memori jangka pendek dan memori jangka panjang . penyimpanan yang lebih permanen dan pada dasarnya tak terbatas .
          a.       Proses memori
Memori adalah proses yang sangat konstruktif,karena kita tidak mengingat informasi dan kejadian secara lengkap dan akurat. Sering kita mengingat beberapa keeping dan potongan dan mengisi sisanya berdasarkan hal lain yang kita ketahui
Pemograman memori menggambarkan bagaimana dan dimana informasi masuk ke dalam memori. Kekuatan asosiasi yang dihasilkan tergantung pada seberapa banyak kita memproses informasi pada saat pemograman dan dengan cara apa.
          b.      Pengambilan memori
Pengambilan memori merupakan cara informasi diambil dari memori. Menurut model memori jaringan asosiatif,asosiasi merek yang kuat lebih mudah di akses dan lebih mudah diingat oleh aktivitas penyebaran. Usaha mengingat informasi merek yang berhasil tidak hanya bergantung pada kekuatan awal informasi tersebut dalam memori . Ada 3 faktor yang sangat penting :
1.  Kehadiran informasi produk lain dalam memori dapat menghasilkan pengaruh interfensi dan menyebabkan kita gagal mengenali atau bingung dengan data baru.
2.  Waktu antara paparan terhadap informasi dan pemograman itu berpengaruh. Semakin lama waktu tunda,semakin lemah sosiasi itu. Meskipun demikian , waktu yang berlalu sejak kesempatan paparan terakhir telah diperlihatkan secara umum hanya menhasilkan kerusakan bertahap saja .

3.  Informasi mungkin tersedia dalam memori tetapi tidak dapat diakses tanpa tanda pemulih atau pengingat yang tepat. Informasi yang dikandung oleh iklan dan pengingat yang diletakkan pada iklan atau informasi lain yang sudah didokumentasikan di luar took akan mrnjadi determinan utama dari pengambilan keputusan konsumen.
Share:

Advertisement

Recent Post

Recent Posts Widget

Blogroll

Flag Counter
Powered by Blogger.