Metode alokasi biaya produksi bersama ke produk gabungan
Biaya produk gabungan (terjadi sebelum titik pisah
batas), dapat dialokasikan ke produk gabungan menggunakan salah satu metode
berikut:
a. Metode
harga pasar, berdasarkan harga pasar relatif dari produk individual.
b. Metode
biaya-biaya per unit.
c. Metode
rata-rata tertimbang, berdasarkan pada faktor pembobotan yang telah ditentukan
sebelumnya.
d. Metode
unit kuantitatif, berdasarkan pada ukuran fisik unit seperti berat, ukuran
linear, atau volume.
Metode 1 :
Metode Harga Pasar
Pendukung metode harga pasar sering kali berpendapat
bahwa harga pasar dari produk apapun sampai batas tertentu merupakan
manifestasi dari biaya yang dikeluarkan untuk memproduksinya. Anggapannya adalah
bahwa jika suatu produk harganya lebih mahal daripada produk lain, hal tersebut
disebabkan karena biaya yang dikeluarkan untuk memproduksinya lebih besar.
Dengan kata lain, jika bukan karena biaya, maka harga jual tidak akan ada.
Tetapi, berdasarkan definisinya, usaha yang diperlukan. Jika dapat ditentukan,
maka alokasi dapat dihitung berdasarkan jumlah relatif dari usaha yang
diperlukan untuk setiap produk gabungan. Lebih lanjut lagi, menurut teori
ekonomi, harga dalam ekonomi dengan pasar yang kompetitif ditentukan
berdasarkan kelangkaan dari barang yang diminta oleh pelanggan, bukan
berdasarkan biaya relatif untuk memproduksi barang tersebut.
Argumen lain untuk menggunakan harga pasar untuk
mengalokasikan biaya gabungan adalah bahwa metode ini netral. Berarti, metode
ini tidak mempengaruhi profitabilitas relatif dari produk gabungan. Keputusan
yang harus dibuat berdasarkan pada suatu analisis atas profitabilitas relatif
dari berbagai produk gabungan tidak terdistorsi oleh alokasi biaya metode harga
pasar akan menyebabkan setiap produk gabungan memiliki tarif laba kotor yang
sama per dolar penjualan.
Pilihan atas berbagai metode akuntansi cenderung
untuk arbitrer ketika proporsi produk gabungan yang menyusun bauran output
tidak dapat diubah. Tetapi, pilihan tersebut tidak akan arbitrer bila proporsi
dapat bervariasi dan terdapat hubungan antara total biaya gabungan dengan total
nilai output. Hal tersebut mengimplikasikan dukungan rasional yang kuat bagi
metode harga pasar atau harga jual jika, untuk input tertentu ke proses
produksi gabungan, dua kondisi berikut terpenuhi :
1. Bauran
fisik dari output dapat diubah dengan mengeluarkan lebih banyak (atau lebih
sedikit) biaya gabungan relatif terhadap biaya produksi lainnya, dan
2. Jika
perubahan tersebut menghasilkan total nilai pasar yang lebih besar (atau lebih
kecil)
Produk Gabungan yang Dapat Dijual pada Titik
Pisah-Batas. Metode harga pasar mengalokasikan biaya gabungan berdasarkan
harga pasar relatif dari produk gabungan. Metode ini total harga pasar dari
setiap produk, yaitu jumlah unit yang diproduksi dikalikan dengan harga jual
per unit. Untuk mengilustrasikan hal ini, asumsikan produk gabungan A, B, C,
dan D diproduksi dengan biaya gabungan sebesar $120.000. Kuantitas yang
diproduksi adalah A= 20.000 unit, B= 15.000 unit, C= 10.000 unit, dan D= 15.000
unit. Produk A dijual seharga $0,25; B seharga $3,00; C seharga $3,50; dan D
seharga $5,00. Harga ini merupakan harga pasar dari produk tersebut pada titik
pisah batas. Dengan kata lain, diasumsikan bahwa produk-produk tersebut dapat
dijual pada titik tersebut. Manajemen mungkin saja memutuskan bahwa akan lebih
menguntungkan jika produk tertentu diproses lebih lanjut sebelum dijual. Namun
hal tersebut tidak akan mengubah penggunaan harga jual pada titik pisah batas
sebagai dasar alokasi biaya gabungan. Alokasi biaya gabungan dapat dihitung
sebagai berikut :
|
Produk
|
Unit produksi
|
Harga pasar unit pada titik
pisah batas
|
Total harga pasar
|
Rasio nilai produk terhadap
total harga pasar
|
Pembagian biaya produksi
gabungan
|
||||||
|
A
B
C
D
|
20.000
15.000
10.000
15.000
|
$
|
0,25
3,00
3,50
5,00
|
$
|
5.000
45.000
35.000
75.000
|
3,125
28,125
21,875
46,875
|
%
|
$
|
3.750
33.750
26.250
56.250
|
||
|
Total
|
|
|
|
$
|
160.000
|
100,000
|
%
|
$
|
120.000
|
||
Hasil yang sama juga akan diperoleh apabila total
biaya produksi gabungan ($120.000) dibagi dengan total harga pasar dari keempat
produk($160.000). Angka yang dihasilkan sebesar 0,75 merupakan rasio biaya
produksi gabungan dari setiap produk terhadap harga pasarnya. Dengan mengalikan
harga pasar dengan rasio tersebut, biaya gabungan dialokasikan sebagaimana
ditunjukkan ditabel sebelumnya.
Berdasarkan metode harga pasar, setiap produk
gabungan menghasilkan persentase laba kotor yang sama, dengan asumsi bahwa unit
dijual tanpa pemprosessan lebih lanjut. Hal ini dapat diilustrasikan sebagai
berikut, dengan asumsi bahwa tidak ada persediaan awal :
|
|
Total
|
A
|
B
|
C
|
D
|
|
Unit-penjualan
|
52.000
|
18.000
|
12.000
|
8.000
|
14.000
|
|
Persediaan akhir
|
8.000
|
2.000
|
3.000
|
2.000
|
1.000
|
|
Penjualan-(dolar)
|
138.000
|
4.500
|
36.000
|
28.000
|
70.000
|
|
Biaya produksi
|
120.000
|
3.750
|
33.750
|
26.250
|
56.250
|
|
Dikurangi persediaan akhir
|
16.125
|
*375
|
6.750
|
5.250
|
3.750
|
|
Harga pokok penjualan
|
103.875
|
3.375
|
27.000
|
21.000
|
52.500
|
|
Laba kotor
|
34.625
|
1.125
|
9.000
|
7.000
|
17.500
|
|
Persentase laba kotor
|
25%
|
25%
|
25%
|
25%
|
25%
|
*Biaya
produksi $3.750÷20.000 unit produksi= $0.1875× 2.000 unit persediaan akhir
=$375
Produk Gabungan yang Tidak Dapat Dijual pada Titik
Pisah-Batas. Produk yang yidak dapat dijual dititik pisah batas, dan oleh
karena itu tidak memiliki harga pasar, memerlukan pemprosessan tambahan sebelum
dapat dijual. Dalam kasus semacam itu, dasar untuk mengalokasikan biaya
gabungan adalah harga pasar hipotesis pada titik pisah batas. Untuk
mengilustrasikan alokasi ini asumsi berikut ini ditambahkan ke contoh sebelumnya:
|
Kasus
|
Harga pasar per unit
|
Biaya pemprosessan lebih lanjut (setelah
titik pisah batas)
|
||
|
A
|
$
|
0,50
|
$
|
2.000
|
|
B
|
|
5,00
|
|
10.000
|
|
C
|
|
4,50
|
|
10.000
|
|
D
|
|
8,00
|
|
28.000
|
Untuk memperoleh dasar alokasi, biaya pemprosessan
lebih lanjut dikurangi dari harga pasar final untuk mendapatkan harga pasar
hipotesis. Beban pemasaran dan beban administratif yang dapat ditelusuri
langsung ke produk tertentu, serta estimasi untuk laba juga harus dikurangi
jika jumlahnya berbeda secara proporsional untuk produk gabungan yang berbeda.
Tabel berikut ini mengindikasikan langkah-langkah yang harus diambil:
|
Produk
|
Harga
pasar final per unit
|
Unit
produksi
|
Harga
pasar final
|
Biaya
pemprosessan setelah titik pisah batas
|
Harga
pasar hipotesis *
|
Pembagian
biaya produksi gabungan **
|
Total
biaya produksi
|
Persentase
total biaya produksi **
|
|
|
A
|
0,50
|
20.000
|
10.000
|
2.000
|
8.000
|
4.800
|
6.800
|
68,0
|
|
|
B
|
5,00
|
15.000
|
75.000
|
10.000
|
65.000
|
39.000
|
49.000
|
65,3
|
|
|
C
|
4,50
|
10.000
|
45.000
|
10.000
|
35.000
|
21.000
|
31.000
|
68,8
|
|
|
D
|
8,00
|
15.000
|
120.000
|
28.000
|
92.000
|
55.200
|
83.200
|
69,3
|
|
|
Total
|
|
|
250.000
|
50.000
|
200.000
|
120.000
|
170.000
|
68,0
|
|
|
*
|
Pada titik pisah batas
|
||||||||
|
**
|
Persentase untuk
mengalokasikan biaya produksi gabungan :
![]() |
||||||||
|
***
|
Persentase biaya produksi
dihitung dengan membagi total biaya produksi dengan harga pasar final.
Misalnya:
|
||||||||
Jika produk tertentu dapat dijual dititik pisah-batas
sementara yang lain tidak, maka harga pasar pada titik pisah-batas digunakan
untuk kelompok yang pertama. Untuk kelompok yang terakhir, digunakan harga
pasar hipotesis.
Laporan laba kotor berikut ini menggunakan jumlah
unit terjual yang sama dengan yang digunakan diilustrasi sebelumnya, tetapi
harga jual telah dinaikkan sebagai akibat dari pemprosessan lebih lanjut.
|
|
Total
|
A
|
B
|
C
|
D
|
|
Unit-penjualan
|
52.000
|
18.000
|
12.000
|
8.000
|
14.000
|
|
Persediaan akhir
|
8.000
|
2.000
|
3.000
|
2.000
|
1.000
|
|
Penjualan (dolar)
|
217.000
|
9.000
|
60.000
|
36.000
|
112.000
|
|
Harga pokok penjualan:
|
|
|
|
|
|
|
Biaya produksi gabungan
|
120.000
|
4.800
|
39.000
|
21.000
|
55.200
|
|
Biaya pemprosessan lebih
lanjut
|
50.000
|
2.000
|
10.000
|
10.000
|
28.000
|
|
Total
|
170.000
|
6.800
|
49.000
|
31.000
|
83.200
|
|
Dikurangi persediaan akhir
|
22.227
|
680*
|
9.800
|
6.200
|
5.547
|
|
Harga pokok penjualan
|
147.773
|
6.120
|
39.200
|
24.800
|
77.653
|
|
Laba kotor
|
69.227
|
2.280
|
20.800
|
11.200
|
34.347
|
|
Persentase laba kotor
|
32%
|
32%
|
35%
|
31%
|
31%
|
* Biaya produksi $6.800
20.000unit
produksi=$0,34;$0,34x2.000 unit di persediaan akhir=$680
Laporan sering kali dibuat sedemikian rupa sehingga
semua produk gabungan memiliki profitabilitas yang sama. Untuk mencapai hal
tersebut, teknik nilai jual dapat dimodifikasi dengan menggunakan persentase
laba kotor secara keseluruhan untuk menentukan laba kotor dari setiap produk.
Dalam tabel berikut ini, laba kotor (23%) dikurangi dari nilai jual untuk
menentukan total biaya. Total biaya kemudian dikurangi dengan biaya
pemprosessan lebih lanjut dari setiap produk untuk menentukan alokasi biaya
gabungan untuk masing-masing produk gabungan tersebut.
|
|
Total
|
A
|
B
|
C
|
D
|
|
Harga jual final
|
250.000
|
10.000
|
75.000
|
45.000
|
120.000
|
|
Dikurangi laba kotor 32%
|
80.000
|
3.200
|
24.000
|
14.400
|
38.400
|
|
Total biaya
|
170.000
|
6.800
|
51.000
|
30.600
|
81.600
|
|
Biaya pemprosessan lebih lanjut
|
50.000
|
2.000
|
10.000
|
10.000
|
28.000
|
|
Persentase laba kotor
|
120.000
|
4.800
|
41.000
|
20.600
|
53.600
|
Jika
harga jual persentase laba kotor, atau biaya pemprosessan lebih lanjut
merupakan estimasi dan bukannya jumlah aktual, maka saldo yang berjudul “biaya
gabungan” berfungsi sebagai dasar untuk mengalokasikan biaya gabungan aktual.
Metode 2 : Metode Biaya Rata-rata per Unit
Metode biaya rata-rata per unit (average unit cost method)berusaha untuk mengalokasikan biaya
gabungan keproduk gabungan sedemikian rupa sehingga setiap produk menerima
alokasi biaya gabungan per unit dalam jumlah yang sama, yang disebut sebagai biaya
rata-rata per unit. Biaya rata-rata per unit diperoleh dengan cara membagi
total biaya gabungan denga total jumlah unit yang diproduksi. Perusahaan yang
menggunakan metide ini berpendapat bahwa semua produk yang dihasilkan melalui
proses yang sama seharusnya menerima pembagian biaya gabungan yang besarnya
proporsional dengan jumlah unit yang diproduksi. Selama semua produk gabungan
diukur dengan unit fisik yang sama dan tidak berbeda jauh dalam hal harga pasar
per unit, metode ini wajar. Tetapi ketika unit yang diproduksi tidak diukur
denga satuan yang sama, dan harga pasar per unit berbeda secara signifikan,
maka metode ini sebaiknya tidak digunakan.
Dengan menggunakan angka-angka dari contoh untuk
harga pasar, metode rata-rata per unit dapat diilustrasikan sebagai berikut :
|
Produk
|
Unit produk
|
Pembagian biaya produksi gabungan
|
|
|
A
|
20.000
|
$
|
40.000
|
|
B
|
15.000
|
|
30.000
|
|
C
|
10.000
|
|
20.000
|
|
D
|
15.000
|
|
30.000
|
|
|
60.000
|
$
|
120.000
|
Metode 3 : Metode Rata-rata Tertimbang
Dalam beberapa kasus, Metode biaya rata-rata per unit
(average unit cost method) tidak memberikan jawaban yang
memuaskan atas masalah alokasi biaya gabungan, karena unit-unit individual dari
berbagai produk gabungan berbeda secara signifikan. Dalam kasus semacam ini
faktor pembobotan yang telah ditentukan sebelumnya dapat diberikan ke setiap
unit. Faktor pembobotan disarkan pada atribut-atribut seperti ukuran unit,
tingkat kesulitannya, waktu yang diperlukan untuk memproduksi unit tersebut,
perbedaan dalam jenis tenaga kerja yang digunakan, dan perbedaan dalam jumlah
bahan baku yang digunakan. Barang jadi dari semua jenis dikalikan dengan faktor
pembobotan guna menghitung dasar untuk mengalokasikan biaya gabungan.
Untuk tujuan ilustrasi, asumsikan faktor pembobotan
yang dibebankan ke keempat produk di contoh sebelumnya sebagai berikut:
Produk
A-3 poin
Produk
B-12 poin
Produk
C-13,5 poin
Produk
D-15 poin
Menggunakan data dari contoh sebelumnya, alokasi
biaya gabungan diilustrasikan sebagai berikut:
|
Produk
|
Unit produk
|
x
|
poin
|
=
|
Rata-rata tertimbang
|
X
|
Biaya per unit*
|
=
|
Pembagian biaya produksi
gabungan
|
|
|
A
|
20.000
|
|
3
|
|
60.000
|
|
$0,20
|
|
$
|
12.000
|
|
B
|
15.000
|
|
12
|
|
180.000
|
|
$0,20
|
|
$
|
36.000
|
|
C
|
10.000
|
|
13,5
|
|
135.000
|
|
$0,20
|
|
$
|
27.000
|
|
D
|
15.000
|
|
15
|
|
225.000
|
|
$0,20
|
|
$
|
45.000
|
|
|
|
|
|
|
600.000
|
|
|
|
$
|
120.000
|
*

Metode 4 : Metode Unit Kuantitatif
Metode unit kuantitatif (quantitative unit method) mengalokasikan biaya gabungan berdasarkan
satuan pengukuran yang sama, misalnya pon,galon, ton, atau meter persegi. Jika
produk gabungan tidak biasanya diukur dalam satuan ukuran yang sama, maka
ukuran tersebut harus dikonversikan kesatuan yang sama. Misalnya, ketika arang
diproduksi, batu bara, benzol, amonia sulfat, dan gas juga ikut diproduksi dan
masing-masing diukur dalam satuan yang berbeda.
Tabel berikut ini mengilustrasikan metode unit
kuantitatif, menggunakan berat sebagai dasar alokasi biaya gabungan dengan
asumsi biaya batu bara adalah sebesar $40 per ton.
|
Produk
|
Produk yang diperoleh per
ton batu bara (dalam pon)
|
Distribusi limbah ke produk
yang dihasilkan
|
Bobot produk yang
dihasilkan setelah revisi
|
Biaya per produk per ton
batu bara
|
||||
|
Arang
|
1.320,0
|
Lbs
|
69,474
|
lbs*
|
1.389,474
|
lbs
|
$
|
27,790**
|
|
Batu bara
|
120,0
|
|
6,316
|
|
126,316
|
|
|
2,526
|
|
Benzol
|
21,9
|
|
1,153
|
|
23,053
|
|
$
|
0,461
|
|
Amonia sulfat
|
26,0
|
|
1,368
|
|
27,368
|
|
$
|
0,547
|
|
Gas
|
412,1
|
|
21,689
|
|
433,789
|
|
|
8,676
|
|
Limbah (air)
|
100,0
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Total
|
2.000,0
|
Lbs
|
100,000
|
lbs
|
2.000,00
|
lbs
|
$
|
40,000
|
*[1.320
: (2.000-100)]=69,474
**(1.389,474
: 2.000)X $40=$27,790
Metode biaya rata-rata per unit, metode rata-rata
tertimbang, dan metode unit kuantitatif dapat menghasilkan biaya produk yang
melebihi harga pasar dari satu atau lebih produk gabungan. Akibatnya, produk
gabungan tersebut tampaknya tidak menguntungkan sementara produk gabungan yang
lain tampaknya menguntungkan. Oleh karena itu pilihan cara perhitungan biaya
memengaruhi biaya produk dan merupakan pilihan yang arbitrer, maka biasanya
dianggapa bahwa metode perhitungan biaya yang dipilih tidak boleh mengakibatkan
timbulnya rugi artifisial (rugi untuk salah satu produk gabungan sementara laba
untuk produk gabungan yang lain). Pada titik pisah-batas, sekelompok produk
gabungan bersifat menguntungkan atau tidak menguntungkan sama sekali. Metode
harga pasar memiliki kelebihan karena metode tersebut menghindari perbedaan
dalam tarif profitabilitas dari produk gabungan. Jika alokasi arbitrer harus
dilakukan, maka paling tidak alokasi tersebut harus bersifat netral.






