Jangan pernah merasa tinggi, sebab yang begitu tinggi saja tak melangit, lalu kita apa? kita hanya seonggok daging yang bila saatnya nanti akan menjadi tanah jua

Thursday, 1 December 2016

Pengertian Penilaian Kinerja

Pengertian Penilaian Kinerja


Apa itu kinerja?

Kinerja adalah prestasi yang diperlihatkan, sesuatu yang dicapai atau kemampuan kerja. (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
Kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan selama periode tertentu dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu telah disepakati bersama. (Rivai dan Basri 2005:50)
Kinerja merupakan terjemahan dari performance yang berarti Hasil kerja seorang pekerja, sebuah proses manajemen atau suatu organisasi secara keseluruhan, dimana hasil kerja tersebut harus dapat ditunjukkan buktinya secara konkrit dan dapat diukur (dibandingkan dengan standar yang telah ditentukan) (Sedarmayanti 2011:260)

Manajemen Kinerja

Manajemen kinerja adalah proses berorientasi tujuan yang diarahkan untuk memastikan bahwa proses-proses organisasi ada pada tempatnya guna memaksimalkan produktivitas para karyawan, tim, dan akhirnya organisasi itu sendiri. (Mondy 2008)

Hubungan manajemen kinerja dengan penilaian kinerja

Manajemen kinerja memiliki hubungan yang erat dengan penilaian, karena dengan diadakannya penilaian diharapkan dapat meningkatkan kinerja para karyawan dan dapat mendefinisikan tujuan dan usaha kerja karyawan yang terdiri dari beberapa point yaitu :
  1. Menugaskan Tujuan yang Spesifik
  2. Menugaskan Tujuan yang Terstruktur
  3. Menugaskan Tujuan yang Menantang tetapi Realistis untuk Dilakukan
  4. Mendorong Partisipasi

Penilaian Kinerja

Penilaian kinerja adalah proses yang dilakukan organisasi untuk mengevaluasi hasil kerja para karyawannya. (Werther & Davis 1996)
Penilaian kinerja melibatkan evaluasi kinerja yang didasarkan pada penilaian dan pendapat dari para bawahan, rekan kerja, atasan, manajer lainnya, dan bahkan karyawan itu sendiri. (Schuler & Jackson 2006)
Penilaian kinerja berarti mengevaluasi kinerja karyawan saat ini dan/atau di masa lalu relatif terhadap standar prestasinya. (Dessler 2006)

Manfaat Penilaian Kinerja (Werther dan Davis 1996)

  •         Perbaikan kinerja
  •         Penyesuaian kompensasi
  •         Penempatan karyawan
  •         Mendeteksi ketidakpastian informasi
  •         Perencanaan dan pengembangan karier
  •         Mendeteksi faktor eksternal yang mempengaruhi kinerja
  •         Kebutuhan pelatihan dan pengembangan
  •         Memberikan umpan balik bagi departemen SDM
  •         Mendeteksi kesalahan desain jabatan
  •         Menjamin kesempatan kerja yang setara
  •         Mendeteksi kelemahan proses staffing

Unsur – unsur Kunci dalam Penilaian Kinerja

  1.    Pendefinisian misi, penetapan tujuan dan sasaran perusahaan
  2.    Penetapan rencana strategis dan kebijakan operasional perusahaan
  3.    Penetapan dan pengembangan indikator – indikator kinerja
  4.    Pengukuran kinerja dan penilaian hasil pengukuran
  5.    Pelaporan hasil – hasil secara formal
  6.    Penggunaan informasi kinerja

Pihak – pihak yang menilai Kinerja

Menurut Randall (1999) terdapat beberapa cara penilaian kinerja secara strategis dapat mengungkap kinerja bawahan secara lebih komprehensif. Berbagai penilaian kinerja tersebut adalah :
      1. Penilaian Atasan
Banyak perusahaan/ organisasi yang menganggap atasan lebih mengetahui pekerjaan dan kinerja bawahan daripada siapapun dan karena itu organisasi memberikan seluruh tanggung jawab penilaian kepada atasan.
      2.  Penilaian Diri Sendiri
Bawahan yang berpartisipasi dalam proses evaluasi mungkin akan lebih terlibat dan punya komitmen pada tujuan. Partisipasi bawahan mungkin juga akan membantu menjelaskan peran karyawan dan mengurangi konflik peran.
      3. Penilaian Rekan sejawat atau anggota tim
Salah satu alasannya adalah bahwa penilaian rekan sejawat terlihat sebagai alat prediksi kinerja masa mendatang yang bermanfaat.
      4.  Penilaian Ke Atas atau Terbalik
Yaitu penilaian yang dilakukan oleh karyawan untuk menilai manajemen organisasi, bagaimana opini karyawan tentang manajemen organisasi.
      5.  Penilaian Pelanggan
Adalah penilaian yang dilakukan oleh pelanggan untuk menilai kinerja karyawan dan pimpinan organisasi melalui kualitas pelayanan yang diberikan dan kualitas produk yang ditawarkan oleh organisasi.
Share:

Advertisement

Recent Post

Recent Posts Widget

Blogroll

Flag Counter
Powered by Blogger.