Pengertian Penilaian Kinerja
Apa itu kinerja?
Kinerja adalah prestasi yang diperlihatkan, sesuatu yang
dicapai atau kemampuan kerja. (Kamus Besar Bahasa Indonesia)
Kinerja adalah hasil atau tingkat keberhasilan seseorang
secara keseluruhan selama periode tertentu dalam melaksanakan tugas
dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti standar hasil kerja, target
atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu telah
disepakati bersama. (Rivai dan Basri 2005:50)
Kinerja merupakan terjemahan dari performance yang berarti
Hasil kerja seorang pekerja, sebuah proses manajemen atau suatu organisasi
secara keseluruhan, dimana hasil kerja tersebut harus dapat ditunjukkan
buktinya secara konkrit dan dapat diukur (dibandingkan dengan standar yang
telah ditentukan) (Sedarmayanti
2011:260)
Manajemen Kinerja
Manajemen kinerja
adalah proses berorientasi tujuan yang diarahkan untuk memastikan bahwa
proses-proses organisasi ada pada tempatnya guna memaksimalkan produktivitas
para karyawan, tim, dan akhirnya organisasi itu sendiri. (Mondy 2008)
Hubungan manajemen kinerja dengan penilaian kinerja
Manajemen kinerja memiliki hubungan yang erat dengan
penilaian, karena dengan diadakannya penilaian diharapkan dapat meningkatkan
kinerja para karyawan dan dapat mendefinisikan tujuan dan usaha kerja karyawan
yang terdiri dari beberapa point yaitu :
- Menugaskan
Tujuan yang Spesifik
- Menugaskan
Tujuan yang Terstruktur
- Menugaskan
Tujuan yang Menantang tetapi Realistis untuk Dilakukan
- Mendorong
Partisipasi
Penilaian Kinerja
Penilaian kinerja adalah proses yang dilakukan organisasi
untuk mengevaluasi hasil kerja para karyawannya. (Werther & Davis 1996)
Penilaian kinerja melibatkan evaluasi kinerja yang
didasarkan pada penilaian dan pendapat dari para bawahan, rekan kerja, atasan,
manajer lainnya, dan bahkan karyawan itu sendiri. (Schuler & Jackson 2006)
Penilaian kinerja berarti mengevaluasi kinerja karyawan saat
ini dan/atau di masa lalu relatif terhadap standar prestasinya. (Dessler 2006)
Manfaat Penilaian Kinerja (Werther dan Davis 1996)
- Perbaikan kinerja
- Penyesuaian kompensasi
- Penempatan karyawan
- Mendeteksi ketidakpastian informasi
- Perencanaan dan pengembangan karier
- Mendeteksi faktor eksternal yang mempengaruhi kinerja
- Kebutuhan pelatihan dan pengembangan
- Memberikan umpan balik bagi departemen SDM
- Mendeteksi kesalahan desain jabatan
- Menjamin kesempatan kerja yang setara
- Mendeteksi kelemahan proses staffing
Unsur – unsur Kunci dalam Penilaian Kinerja
- Pendefinisian misi, penetapan tujuan dan sasaran perusahaan
- Penetapan rencana strategis dan kebijakan operasional perusahaan
- Penetapan dan pengembangan indikator – indikator kinerja
- Pengukuran kinerja dan penilaian hasil pengukuran
- Pelaporan hasil – hasil secara formal
- Penggunaan informasi kinerja
Pihak – pihak yang menilai Kinerja
Menurut Randall (1999) terdapat beberapa cara penilaian
kinerja secara strategis dapat mengungkap kinerja bawahan secara lebih
komprehensif. Berbagai penilaian kinerja tersebut adalah :
1. Penilaian Atasan
Banyak perusahaan/ organisasi yang
menganggap atasan lebih mengetahui pekerjaan dan kinerja bawahan daripada
siapapun dan karena itu organisasi memberikan seluruh tanggung jawab penilaian
kepada atasan.
2. Penilaian Diri Sendiri
Bawahan yang berpartisipasi dalam proses
evaluasi mungkin akan lebih terlibat dan punya komitmen pada tujuan.
Partisipasi bawahan mungkin juga akan membantu menjelaskan peran karyawan dan
mengurangi konflik peran.
3. Penilaian Rekan sejawat atau anggota tim
Salah satu alasannya adalah bahwa penilaian
rekan sejawat terlihat sebagai alat prediksi kinerja masa mendatang yang
bermanfaat.
4. Penilaian Ke Atas atau Terbalik
Yaitu penilaian yang dilakukan oleh
karyawan untuk menilai manajemen organisasi, bagaimana opini karyawan tentang
manajemen organisasi.
5. Penilaian Pelanggan
Adalah penilaian yang dilakukan oleh
pelanggan untuk menilai kinerja karyawan dan pimpinan organisasi melalui
kualitas pelayanan yang diberikan dan kualitas produk yang ditawarkan oleh
organisasi.





