Jika kita berbicara tentang produk, maka kita sedang berbicara tentang banyak hal yang kompleks, produk akan berkaitan erat dengan produsen, survey pasar, bagaimana cara membuat produk tersebut, merancang merek, hingga proses pemasaran dari produk tersebut.
Pada proses pemasaran sebuah produk, tak hanya dengan bermodal promosi yang gencar. Promosi memang penting, namun banyak hal yang sebelumnya harus dilakukan sebelum sebuah produk benar - benar meluncur ke pasar.
Salah satu hal penting bagi perusahaan sebelum memasarkan produknya adalah proses Segmentasi, Targeting, dan Positioning atau lebih sering disingkat (STP) dari produk tersebut.
Hal yang sama berlaku juga bagi Yakult, produk minuman sehat asal Jepang. Di prakarsai oleh Dr. Minoru Shirota, penemu bakteri yang baik bagi usus sekaligus pendiri perusahaan Yakult. Kini produk yang memiliki slogan "Cintai ususmu, minum Yakult setiap hari" telah merambah ke berbagai pasar diseluruh dunia.
Untuk itu, marilah kita menilik bagaimana proses Segmentasi, Targeting, dan Positioning dari Yakult, berikut ulasannya:
Pada proses pemasaran sebuah produk, tak hanya dengan bermodal promosi yang gencar. Promosi memang penting, namun banyak hal yang sebelumnya harus dilakukan sebelum sebuah produk benar - benar meluncur ke pasar.
sumber : arenakabar.com
Salah satu hal penting bagi perusahaan sebelum memasarkan produknya adalah proses Segmentasi, Targeting, dan Positioning atau lebih sering disingkat (STP) dari produk tersebut.
Hal yang sama berlaku juga bagi Yakult, produk minuman sehat asal Jepang. Di prakarsai oleh Dr. Minoru Shirota, penemu bakteri yang baik bagi usus sekaligus pendiri perusahaan Yakult. Kini produk yang memiliki slogan "Cintai ususmu, minum Yakult setiap hari" telah merambah ke berbagai pasar diseluruh dunia.
ssumber : yakult.co.in
Untuk itu, marilah kita menilik bagaimana proses Segmentasi, Targeting, dan Positioning dari Yakult, berikut ulasannya:
1. Segmentasi
Dapat diartikan sebagai tindakan membagi pasar menjadi kelompok - kelompok tertentu, baik itu dari segi, usia, geografi, gender dan sebagainya, sesuai dengan produk yang ditawarkan.
Dalam hal ini Yakult dapat diartikan tidak terlalu spesifik dalam menetapkan segmentasi pasarnya, artinya setiap kalangan baik itu anak kecil, remaja, dewasa, hingga orang tua sekalipun bisa mengonsumsi minuman ini.
2. Targeting
Proses targeting atau penentuan pasar sasaran merupakan tindakan lanjutnan perusahaan setelah penyegmentasian pasar, artinya kedua proses ini saling berhubungan. Pada proses ini, produsen mengevaluasi keaktifan daya tarik setiap segmen pasar dan memilih salah satu atau lebih segmen pasar yang ingin dimasuki.
Seperti diungkapkan sebelumnya bahwa produk Yakult adalah produk yang menargetkan pasar tak terdiferensiasi, artinya Yakult dapat memasuki setiap segmen pasar. Mungkin lebih tepatnya, yakult adalah minuman yang semua orang bisa menikmatinya.
3. Positoning
Yang terakhir adalah positioning atau penempatan produk. Dapat diartikan sebagai tindakan untuk memosisikan produk dibenak para konsumen, atau lebih jelasnya membuat konsumen mengingat produk kita jika kita menyebutkan hal yang berhubungan dengan produk tersebut.
Yakult memosisikan dirinya sebagai minuman sehat yang dapat dikonsumsi siapa saja, jadi jika ada yang menanyakan tentang minuman sehat, otomatis kita akan menjawab Yakult, Terlebih lagi slogan dari produk ini yang berbunyi "Cintai ususmu, minum Yakult setiap hari." yang semakin menegaskan bahwa produk Yakult adalah bagi keluarga yang menyukai gaya hidup sehat.
Sekian artikel ini, mohon maaf jika ada kesalahan pengetikan atau kekurangan teori saat menjelaskan isi dari artikel. Semoga bermanfaat.













